Cari di sini..

Senin, 03 Oktober 2022

Kita di Persimpangan

Setelah apa yang telah kita lalui sampai sejauh ini, aku mulai tak terlalu khawatir jika seandainya kita tak pernah benar-benar sampai pada jawaban atas penjelasan yang aku maksud di lima tahun yang lalu.

Karena satu hal yang baru aku sadari; jika dunia tak pernah benar-benar berpihak, seberapa mampus aku berjuang, aku takkan pernah bisa keluar sebagai seorang pemenang.

Jika pada akhirnya di persimpangan jalan itu aku tak bisa meyakinkanmu atas jalan yang akan kita pilih untuk sampai di perjalanan berikutnya, tak sedikitpun aku harus menyesalinya. Karena setidaknya, jauh sebelum hari itu tiba, aku pernah menjadi seseorang yang tetap menuntunmu dengan erat, sesaat setelah kau tersesat pada perjalanan yang tak beralamat.

Kemudian, untuk segala hal yang pernah dan telah kita semogakan, tetaplah tumbuh menjadi hal-hal baik di dalam ingatan di kemudian hari, untukmu, juga untukku.

Bagaimanapun kita saat ini, berharaplah yang terbaik, juga bersiaplah untuk yang terburuk. Karena aku tak pernah benar-benar tahu, jalan cerita mana yang akan tertulis; melanjutkan cerita ini sebagai kita di perjalanan berikutnya, atau semua ini hanya menjadi cerita penghantar di perjalanan masing-masing..

Kelak, jika Tuhan benar-benar menuliskanmu untukku, maka tak ada seorangpun di muka bumi yang dapat mengambilmu dariku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar